Pernahkah Anda mendengar istilah OOP saat belajar pemrograman, lalu bertanya-tanya apa itu OOP sebenarnya? Banyak pemula merasa bingung karena terdengar rumit, padahal OOP adalah konsep yang justru membuat kode program lebih mudah dipahami, terstruktur, dan rapi.
Jika Anda ingin serius belajar coding atau bahkan membuat aplikasi yang profesional, memahami OOP adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan.
Dalam artikel ini, kami akan membahas secara lengkap pengertian, konsep dasar, kelebihan, hingga kekurangan OOP dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siapa saja.
Apa Itu OOP?
Dalam bahasa Indonesia, OOP bisa disebut sebagai pemrograman berorientasi objek. OOP adalah metode pemrograman komputer yang menyusun desain perangkat lunak berdasarkan data atau objek, bukan sekadar urutan perintah. Tujuan utama OOP adalah mempermudah proses pengembangan program agar lebih terstruktur dan efisien.
Di dalam OOP, terdapat variabel (atribut) dan fungsi (metode) yang dibungkus dalam sebuah kelas. Dari kelas tersebut, programmer bisa membuat objek yang saling berhubungan dan dapat berinteraksi untuk menyelesaikan permasalahan dalam program. Dengan cara ini, program yang rumit bisa dipecah menjadi potongan kode yang lebih kecil, sederhana, dan bisa dipakai kembali.
Jika pada pemrograman konvensional (prosedural) seorang programmer lebih fokus pada logika langkah demi langkah, maka dalam OOP fokusnya ada pada objek yang memiliki atribut dan perilaku tertentu. Pendekatan ini membuat program lebih mudah diatur, diperbarui, dan dipelihara, terutama pada proyek yang besar dan kompleks.
OOP juga bersifat fleksibel karena dapat digunakan di berbagai bahasa pemrograman modern, seperti C++, Java, Python, hingga JavaScript. Melalui konsep kelas, programmer bisa menentukan atribut yang dimiliki oleh sebuah objek (misalnya warna, ukuran, atau karakteristik lain), sehingga proses pengembangan aplikasi menjadi lebih jelas dan terarah.
Sejarah Singkat OOP
Konsep OOP pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an melalui bahasa pemrograman Simula, yang dikembangkan di Norwegia. Simula memaparkan ide class dan object yang menjadi dasar OOP hingga kini.
Selanjutnya, pada 1970-an, tim di MIT mengembangkan bahasa Smalltalk, yang semakin mempopulerkan paradigma berbasis objek. Dari sana, lahirlah bahasa-bahasa modern seperti C++, Java, Python, dan C#, yang mengadopsi prinsip OOP dan menjadi standar utama dalam pengembangan software hingga saat ini.
Komponen Dasar dalam OOP
OOP adalah paradigma pemrograman yang fokus pada objek. Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat komponen utama dalam penggunaan OOP:
- Class
Class adalah bisa dibilang sebagai sebuah template dari objek. Misalnya, kalau kita membuat class Mobil, maka di dalamnya kita bisa mendefinisikan atribut (warna, merk, tahun) dan metode (fungsi jalan, fungsi berhenti).
- Object
Object adalah hasil nyata dari class. Jika mobil adalah class, maka mobil Toyota Avanza warna merah tahun 2020 adalah objek. Object ini dibuat dari class dan memiliki data spesifik.
- Atribut
Atribut adalah data atau variabel yang dimiliki oleh sebuah objek. Contoh pada objek mobil, atributnya bisa berupa warna = merah, merk = Toyota, tahun = 2020.
- Metode (Method)
Metode adalah fungsi atau perilaku yang bisa dilakukan oleh objek. Contoh, objek mobil memiliki metode jalan() atau berhenti(). Dengan metode, objek bisa melakukan aksi sesuai kebutuhan.
Konsep OOP
Secara proses teknis, OOP memiliki kaidah khusus berupa empat prinsip dasar seperti enkapsulasi, abstraksi, pewarisan, dan polimorfisme. Berikut kami uraikan empat prinsip dasar untuk membantu Anda memahami dasar-dasar program komputer OOP dan memahami kerangka kerja umum tentang cara kerjanya!
1. Encapsulation
Encapsulation atau pengkapsulan adalah konsep tentang pengikatan data atau metode berbeda yang kemudian disatukan, atau istilah gampangnya “dikapsulkan”, hingga menjadi satu unit data.
Ringkasnya, berbagai macam objek yang ada dalam kelas tersebut bisa berdiri sendiri tanpa terpengaruh oleh yang lain.
Programmer tidak harus mengetahui informasi yang disajikan secara rinci karena semua sudah menjadi satu kesatuan. Itulah mengapa proses enkapsulasi justru mempermudah dalam penggunaan sebuah objek dari suatu kelas, atau singkatnya, encapsulation mempermudah pembacaan kode.
2. Abstraction
Abstraction dalam konsep OOP adalah menyembunyikan detail latar belakang dan hanya mewakili informasi yang diperlukan untuk dunia luar saja. Jadi, programmer cukup memerintahkan suatu fungsi, tanpa perlu memiliki pengetahuan soal bagaimana fungsi itu bekerja.
Sama seperti ketika memakai gadget, Anda cukup memberi suatu perintah, tanpa harus tahu bagaimana proses terlaksananya perintah itu. Konsep ini merupakan proses penyederhanaan konsep dunia nyata menjadi komponen yang sangat diperlukan.
3. Inheritance
Inheritance merupakan kemampuan membentuk kelas baru yang mempunyai fungsi turunan atau serupa dengan fungsi yang sebelumnya sudah ada. Sistem dalam konsep ini berjenjang, sehingga semakin jauh subclass atau turunannya, semakin sedikit pula kesamaan fungsinya.
4. Polymorphism
Pertanyaan “Apa itu OOP?” sebenarnya dapat dijawab dengan satu kata, yakni polymorphism, karena salah satu ciri utama OOP adalah adanya polymorphism.
Suatu pemrograman tidak dapat dikatakan sebagai OOP tanpa adanya polymorphism. Sederhananya, polymorphism dalam OOP adalah konsep di mana suatu objek yang berbeda dapat diakses melalui interface yang sama.
Contoh penggunaan polymorphism dalam kehidupan sehari-hari bisa dilihat ketika Anda mempunyai fungsi untuk menghitung luas suatu benda, padahal benda itu berbentuk segitiga, lingkaran, serta persegi.
Fungsi dari polymorphism adalah ketika Anda memasukkan fungsi perhitungan luas ketiga benda tersebut, dimana setiap benda memiliki metode perhitungannya sendiri. Hal ini akan mempermudah perintah yang sama untuk beberapa class dan subclass tertentu, bukan?
Kelebihan dan Kekurangan OOP
Setiap hal tentu memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing, dan OOP adalah sesuatu yang juga tidak bisa lepas dari keharusan tersebut. Berikut kelebihan dan kekurangan OOP:
Kelebihan OOP
1. Parallel Development
Parallel development memungkinkan penghematan banyak waktu karena tidak perlu membangun class satu per satu.
Masing-masing programmer dapat membangun class sendiri saat bekerja sama dalam tim. Sehingga komponen yang sudah dibentuk, dapat digabung menjadi satu kesatuan.
2. Reusable
Kelebihan berupa reusable dalam OOP adalah kemungkinan Anda untuk dapat memakai berbagai class yang telah dibuat sebelumnya ke dalam project lain yang sejenis. Anda cukup mengubah class tersebut sesuai kebutuhan.
3. Scalability
Scalability dalam OOP akan memudahkan Anda untuk mengembangkan program yang sudah ada, seperti menambahkan beberapa fungsi, object, atau class lainnya. Hasilnya, program tersebut tetap berfungsi dengan baik.
Inilah tujuan prinsip yang dimiliki OOP, yakni mempermudah kebutuhan program yang lebih luas atau rumit.
Kekurangan OOP
1. Kurang Efisien
OOP memakan daya yang cukup besar pada CPU yang digunakan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan perangkat terbaru ketika melakukan pengembangan dengan OOP.
2. Kontrol Data yang Ketat
Diperlukan kontrol data yang sangat ketat terhadap kode-kode, karena OOP akan menampilkan kode-kode baru apabila terdapat kode-kode yang kurang berfungsi dengan baik.
3. Potensi Duplikasi
Salah satu kelebihan dari OOP adalah reusable, yakni kemungkinan untuk dapat memakai berbagai class yang telah dibuat sebelumnya ke dalam project lain yang sejenis. Selain menjadi kelebihan, hal tersebut juga merupakan kekurangan, karena dapat membuat berbagai project yang akan dibuat terasa seperti duplikasi saja.
Contoh Implementasi OOP
Konsep OOP bisa ditemui di banyak bahasa pemrograman populer saat ini. Berikut contohnya:
Java
Berikut adalah contoh script OOP pada pemrograman Java.
class Mobil { String merk; String warna; void jalan() { System.out.println("Mobil sedang berjalan"); } } public class Main { public static void main(String[] args) { Mobil avanza = new Mobil(); avanza.merk = "Toyota"; avanza.warna = "Merah"; avanza.jalan(); } }Python
Berikut adalah contoh script OOP pada Python.
class Mobil: def __init__(self, merk, warna): self.merk = merk self.warna = warna def jalan(self): print("Mobil sedang berjalan") avanza = Mobil("Toyota", "Merah") avanza.jalan()C#
Berikut adalah contoh script OOP pada pemrograman C#.
class Mobil { public string Merk { get; set; } public string Warna { get; set; } public void Jalan() { Console.WriteLine("Mobil sedang berjalan"); } } class Program { static void Main() { Mobil avanza = new Mobil(); avanza.Merk = "Toyota"; avanza.Warna = "Merah"; avanza.Jalan(); } }Dari ketiga contoh di atas, terlihat bahwa konsep OOP seperti class, object, atribut, dan method digunakan dengan pola yang mirip meskipun bahasa pemrogramannya berbeda.
OOP di Era Modern
OOP bukan hanya sekadar teori, tetapi juga terus berkembang dan digunakan dalam pengembangan aplikasi modern. Beberapa konsep yang relevan saat ini antara lain:
- Agile Development
Metodologi agile banyak menggunakan pendekatan OOP karena mudah diorganisir, modular, dan bisa dikembangkan secara bertahap. Selengkapnya tentang metode agile ini bisa Anda pelajari disini. - Microservices
Dalam arsitektur microservices, setiap service seringkali dirancang menggunakan pendekatan OOP agar mudah dikelola, dipelihara, dan dikembangkan secara terpisah. - OOP + Functional Mix
Bahasa modern seperti Python, JavaScript, dan Kotlin mendukung paradigma ganda (multi-paradigm). Artinya, kita bisa menggabungkan OOP dengan konsep fungsional untuk membuat kode lebih ringkas dan powerful.
Penutup
OOP adalah paradigma pemrograman yang sangat penting untuk dipahami, karena hampir semua bahasa pemrograman populer saat ini mendukung OOP. Dengan memahami class, object, atribut, dan method, Anda bisa membangun aplikasi yang lebih terstruktur, modular, dan mudah dikembangkan.
Jika Anda ingin mempraktikkan OOP menggunakan bahasa seperti Java, PHP, atau Python, pastikan Anda memiliki lingkungan server yang andal. Rumahweb menyediakan layanan Hosting dan VPS yang bisa menjadi solusi tepat untuk kebutuhan pengembangan maupun deployment aplikasi Anda.
Demikian artikel kami tentang apa itu OOP, konsep, kelebihan dan kekurangan, hingga contoh implementasinya. Semoga bermanfaat.