August 29, 2025
6 min read
Ketika membangun sebuah jaringan komputer, salah satu hal penting yang sering membingungkan pemula adalah bagaimana menyusun kabel LAN dengan benar. Dua jenis kabel yang paling sering dibahas adalah kabel straight dan kabel cross. Khusus untuk kabel cross, banyak orang mencari tahu tentang urutan kabel cross yang tepat serta apa sebenarnya fungsi kabel cross dalam jaringan.
Dengan memahami konsep ini, Anda tidak hanya bisa membuat kabel LAN sendiri, tapi juga mengetahui kapan harus menggunakan kabel cross dibandingkan straight.
Dalam artikel ini, Rumahweb akan membahas secara lengkap tentang apa itu kabel cross, fungsinya, urutan, hingga cara membuatnya dengan bahasa sederhana, agar mudah dipahami bahkan oleh pemula.
Apa Itu Kabel Cross?
Kabel cross memiliki susunan berbeda di setiap ujungnya, yang berfungsi menghubungkan device atau perangkat elektronik serupa, seperti laptop dengan laptop, komputer dengan komputer, router dengan router, hub dengan hub, dan switch dengan switch.
Biasanya, kabel cross hanya digunakan sebagian saja. Artinya, dari delapan kabel yang ada, hanya empat buah kabel saja yang sering dipakai. Keempat kabel itu memiliki fungsi untuk menerima dan mengirim paket data antar perangkat.
BACA JUGA: Kabel Straight: Pengertian, Urutan, dan Cara Membuatnya
Fungsi Kabel Cross
Kabel cross berfungsi menghubungkan suatu perangkat dengan jaringan secara point to point atau peer to peer. Biasanya kabel cross digunakan untuk membangun jaringan komputer, agar bisa menyuplai kebutuhan jaringan hingga ke pelosok yang belum memiliki sarana Access Point untuk menunjang jaringan wireless.
Secara harga, membangun jaringan dengan kabel UTP dan kabel urutan kabel cross memang lebih murah dibanding jaringan wireless. Selain itu, membangun jaringan komputer menggunakan kabel memiliki kelebihan berupa kemampuan mentransmisikan data yang lebih stabil, serta tidak terpengaruh cuaca.
Standar T568A vs T568B
Sebelum membahas urutan kabel cross, kita perlu memahami dulu dua standar warna kabel LAN yang umum digunakan, yaitu T568A dan T568B.
Kedua standar ini menentukan urutan warna kabel pada konektor RJ-45. Nah, perbedaannya terletak pada posisi kabel warna hijau dan oranye.
- T568A
- Putih Hijau
- Hijau
- Putih Oranye
- Biru
- Putih Biru
- Oranye
- Putih Coklat
- Coklat
- T568B
- Putih Oranye
- Oranye
- Putih Hijau
- Biru
- Putih Biru
- Hijau
- Putih Coklat
- Coklat
Dalam praktiknya, kabel cross dibuat dengan menggunakan T568A di ujung pertama dan T568B di ujung kedua. Perbedaan inilah yang membuat jalur transmisi data saling bertukar, sehingga perangkat sejenis bisa saling terhubung.
Perbedaan Kabel Straight dan Cross
Untuk memudahkan Anda dalam memahami perbedaannya, bayangkan kabel LAN seperti jembatan penghubung.
- Kabel Straight
- Kedua ujung kabel menggunakan standar yang sama (T568A – T568A atau T568B – T568B).
- Digunakan untuk menghubungkan perangkat berbeda jenis, misalnya komputer ke switch, komputer ke router, atau switch ke modem.
- Kabel Cross
- Ujung satu menggunakan T568A, ujung lain T568B.
- Digunakan untuk menghubungkan perangkat sejenis, misalnya komputer ke komputer langsung, atau switch ke switch tanpa perangkat tambahan.
Urutan Kabel Cross
Kabel cross memiliki urutan warna pin yang berseberangan atau berlawanan. Urutan kabel cross memiliki perbedaan warna pada ujung konektor satu dan ujung konektor yang lain. Berikut Rumahweb paparkan urutan warna kabel cross untuk jaringan LAN dari kiri ke kanan:
Ujung Konektor 1
- Putih oranye
- Oranye
- Putih hijau
- Biru
- Putih biru
- Hijau
- Putih coklat
- Coklat
Ujung Konektor 2
- Putih hijau
- Hijau
- Putih oranye
- Biru
- Putih biru
- Oranye
- Putih coklat
- Coklat
Selain urutan warna kabel cross, masing-masing warna kabelnya juga memiliki 3 fungsi utama sebagai berikut:
- Penghantar paket data: Putih hijau, hijau, putih oranye, dan oranye.
- Penghantar paket suara: Biru dan putih biru.
- Penghantar tegangan DC: Coklat dan putih coklat.
Cara Membuat Kabel Cross
Sebelum membahas cara membuat kabel cross, ada baiknya menyiapkan peralatan untuk membuat kabel cross terlebih dahulu, di antaranya seperti:
- Tang crimping
- Alat pengupas kabel
- Kabel UTP
- Connector RJ-45
- LAN tester
Setelah menyiapkan beberapa peralatan tersebut, selanjutnya Anda dapat mulai membuat kabel cross dengan urutan sebagai berikut:
- Kupas ujung kabel kurang lebih 2 cm sampai kabel yang ada di dalamnya terlihat.
- Pisahkan kabel-kabel di dalamnya, lalu luruskan.
- Susun kabel berdasarkan warna, seperti oranye putih, oranye, hijau putih, biru, biru putih, hijau, coklat putih, dan coklat.
- Ambil konektor RJ-45 yang terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari konektor ini adalah pin yang posisinya paling kiri.
- Masukkan kabel-kabel itu hingga bagian ujungnya mentok di dalam konektor, lalu sesuaikan dengan urutan warna kabel.
- Gunakan LAN tester, lalu masukkan ujung kabel ke alat tersebut.
- Nyalakan LAN Tester yang tersambung dengan kabel UTP.
- Jika lampu LED pada LAN tester bisa menyala semua, dari nomor 1 hingga nomor 8, berarti Anda telah berhasil menyusun kabel cross.
Kapan Harus Menggunakan Kabel Cross?
Pada masa lalu, kabel cross sangat penting ketika ingin menghubungkan dua perangkat sejenis tanpa alat tambahan. Contohnya:
- Komputer ↔ Komputer
- Switch ↔ Switch
- Router ↔ Router
Namun, pada perangkat modern banyak yang sudah mendukung fitur auto-MDI/X. Fitur ini membuat perangkat bisa otomatis menyesuaikan, sehingga meskipun kita menggunakan kabel straight, koneksi tetap bisa berjalan.
Meskipun begitu, fungsi kabel cross masih relevan terutama untuk:
- Praktikum jaringan komputer di sekolah atau kampus.
- Kondisi di mana perangkat tidak mendukung auto-MDI/X.
- Belajar membuat kabel LAN secara manual.
FAQ Seputar Kabel Cross
Berikut adalah beberapa pertanyaan popular seputar kabel cross.
Kabel cross adalah jenis kabel LAN yang urutan warnanya berbeda di kedua ujung konektor (satu menggunakan standar T568A dan lainnya T568B).
Apa perbedaan dengan kabel straight?
Kabel straight menggunakan standar yang sama di kedua ujung, sedangkan kabel cross menggunakan standar berbeda (A dan B).
Bagaimana cara menyusun urutan warna cross?
Ujung pertama: susun kabel sesuai standar T568A.
Ujung kedua: susun kabel sesuai standar T568B.
Pastikan susunan warnanya benar sebelum dipress dengan tang crimping.
Apakah masih perlu kabel cross di zaman auto-MDI X?
Jika perangkat Anda modern, biasanya tidak perlu. Tetapi untuk keperluan praktikum, troubleshooting, atau perangkat lama, kabel cross tetap dibutuhkan.
Apa alat yang dibutuhkan untuk membuat kabel cross?
– Kabel UTP (Cat5e atau Cat6)
– 2 konektor RJ-45
– Tang crimping
– Kabel tester (opsional, untuk memastikan urutan kabel cross sudah benar)
Penutup
Sekarang, Anda sudah lebih paham tentang fungsi kabel cross dan juga urutan kabel cross dalam jaringan komputer. Meski teknologi baru membuat kabel cross tidak selalu wajib, informasi ini tetap bermanfaat, khususnya untuk belajar jaringan atau kondisi tertentu di lapangan.
Demikianlah artikel kami tentang apa itu kabel cross, fungsi, urutan, hingga cara membuatnya. Semoga bermanfaat.
Ahmad Mufid
Hai, saya Mufid. Bekerja di Rumahweb sebagai Freelance Content Writer. Saya suka membaca dan menulis. Semoga bisa membantu Anda memahami hal-hal teknis dengan lebih mudah melalui tulisan-tulisan yang saya bagikan.